Blog - SAS Hospitality

Lokasi ideal untuk membuka hotel? Pertimbangkan beberapa hal ini dulu!


Berita - Sas Hospitality

Seringkali seorang investor membuka hotel hanya berdasarkan intuisi dan feeling sebagai pengusaha, dengan sedikit sekali mempertimbangkan lokasi sebagai persyaratan utama ketika membuka hotel. Padahal sesungguhnya mempelajari lebih detail mengenai lokasi akan sangat mengurangi resiko akan ketidakberhasilan membuka hotel tersbut nantinya. Beberapa hal berikut ini mungkin bisa menjadi pertimbangan untuk memilih dan menentukan lokasi hotel:

1. Tentukan pangsa pasar dari hotel yang akan dibangun

Bisa jadi kita berada di dua skenario berbeda, antara lokasi yang sudah ada, atau sebaliknya kita ingin mencari lokasi dari hotel yang kita bangun. Keduanya disarankan untuk menentukan terlebih dahulu pangsa pasar utama yang ingin didapatkan, Apakah menyasar pasar bisnis, MICE, wisata dan sebagainya. Pelajari lebih lanjut tentang pangsa pasar di sini.

2. Ketahui ketentuan perijinannya

Sebelum memutuskan untuk membeli tanah ataupun sudah memiliki tanah yang akan dibangun hotel, pertama kali yang harus dipastikan adalah ketentuan perijinan yang diperkenankan untuk membangun hotel di lokasi tersebut. Pelajari lebih lanjut tentang perijinan hotel di sini.

3. Lokasi hotel haruslah bernilai ekonomis

Tidak semua lokasi yang kita anggap strategis mempunyai nilai ekonomis yang mencukupi. Bisa saja terjadi karena harga tanahnya yang terlalu mahal, Ijin Mendirikan Bangunannya yang tidak bisa maksimal dan beberapa kendala lainnya. Pelajari lebih lanjut untuk menentukan lokasi punya nilai ekonomis atau tidak, di sini.

4. Observasi Keterdukungan sumber daya dan lingkungan

  • Sumber daya energy

Salah satu kebutuhan paling penting didalam industri perhotelan adalah energy, dalam hal ini adalah energi listrik dan air. Untuk memastikan energy listrik di kota -kota besar di Indonesia mungkin tidak terlalu menjadi masalah, kecuali didaerah-daerah luar jawa. Apabila lokasi hotel tidak didukung oelh ketersediaan energi listrik, atau bisa jadi tersedia tetapi dibatasi penggunaanya, berarti energi alternatif penggantinya (genset) misalnya harus dihitung pasti pengeluarannya. Berikutnya adalah sumber daya air.

Di beberapa kota besar, penggunaan air bawah tanah sudah sangat dibatasi, kalaupun tidak, pemerintah biasanya membebankan biaya pajak yang tinggi, tetapi jika akan menggunakan PDAM, harus dipastikan ketersediaannya serta kecukupan debit airnya, agar supaya selama beroperasinya hotel nanti tidak menjadikan masalah.

  • Lingkungan sekitar

Seringkali dengan berdirinya satu hotel yang mengabaikan lingkungan disekitarnya, selama beroperasi terjadi ketidak harmonisan dengan lingkungan sekitar ataupun lembaga masyarakat yang terkait. Ada baiknya, sebelum hotel dibangun dilakukan observasi lingkungan dan memastikan bahwa resistensi masyrakat sekitar tentang pembuangan limbah, penggunaan air bawah tanah, kebisingan, dan lain-lain dapat di deteksi dan dicarikan solusinya.

Sumber:

Step by step opening hotel by Martono Tikjanto