Blog - SAS Hospitality

Proyeksi finansial bisnis hotel


Berita - Sas Hospitality

Di dalam sebuah Proyeksi Bisnis, satu hal penting yang harus dibuat secara cermat adalah Proyeksi Finansialnya. Penghitungan proyeksi finansial ini tidak hanya penting untuk Investor agar lebih memahami hitungan pembiayaan, asumsi-asumsi pemasukan pengeluaran dan lainnya. Tetapi juga untuk keperluan apabila harus didanai oleh pihak perbankan. Secara umum isi dari Proyeksi Finansial tersebut meliputi:

Anuitas dalam teori keuangan adalah suatu rangkaian penerimaan atau pembayaran tetap yang dilakukan secara berkala pada jangka waktu tertentu. Pembuatan Annuitas ini akan dapat terlaksana dengan baik apabila, rencana pengeluaran Proyeknya juga baik, serta asumsi pembiayaan juga tepat, baik yang dari bank atau pembiayaan sendiri.

Depresiasi atau penyusutan dalam akuntansi adalah alokasi sistematis jumlah yang dapat disusutkan dari suatu aset selama umur manfaatnya. Besarnya tarif untuk penyusutan ini telah diatur besarannya oleh negara dalam Keputusan Menteri Keuangan republik.  Indonesia Nomor 138/KMK.03.2002. Penerapan depresiasi ini akan memengaruhi laporan keuangan, termasuk penghasilan kena pajak suatu perusahaan.

Laporan Posisi Keuangan (balance sheet atau statement of financial position)  atau yang secara umum biasa dikenal sebagai NERACA adalah suatu bagian dari laporan keuangan suatu perusahaan atau entitas bisnis yang dihasilkan dalam suatu periode akuntansi dimana menunjukkan posisi atas keuangan perusahaan atau entitas bisnis tersebut pada akhir periode akuntansi tersebut yang bisa menjadi dasar dalam menghasilkan keputusan bisnis. Sturktur dari Neraca ini terdiri dari Total Asset (Pasiva) yang diseimbangkan dengan Aktiva yang terdiri dari modal ditambah dengan hutangnya.

Cash Flow atau arus Kas adalah gambaran mengenai jumlah uang yang masuk (cash in flow) dan jumlah uang yang keluar (cash out flow). Didalam asumsi Cash Flow ini, akan digambarkan apabila benar asumsi pendapatan yang dibuat, maka akan diketahui besaran aliran uang yang masuk, begitupun sebaliknya akan diketahui tentang aliran dana yang keluar baik dari sisi investasi, operasional maupun pembiayaan yang berupa pembayaran pinjaman bank.

Analisa keuangan ini biasanya juga dimintakan oleh Bank, guna memastikan bahwa Investasi yang yang akan dikeluarkan adalah investasi yang harus menguntungan secara financial. Asumsi keuntungan tersebut biasanya dirumuskan dalam analisa keuangan yang baku dan biasanya terdiri dari analisa-analisa berikut ini

 

ANALISA

PENGERTIAN

Free Cash Flow

 Arus kas bebas, artinya arus kas yang tersisa setelah perusahaan membayar beban-beban operasional dan kebutuhan investasinya. Inilah arus kas yang menentukan nilai sebuah perusahaan.

Yield to year

Merupakan tingkat pengembalian investasi sebagai persentase dari jumlah investasi awal. Yield mengukur tingkat pengembalian dari suatu instrumen keuangan (misalnya saham dan obligasi) berdasarkan dividen dan tingkat suku bunga, bukan selisih kenaikan harga.

Net Present Value (NPV)

NPV (Net Present Value) merupakan selisih antara pengeluaran dan pemasukan yang telah didiskon dengan menggunakan social opportunity cost of capital sebagai diskon faktor, atau dengan kata lain merupakan arus kas yang diperkirakan pada masa yang akan datang yang didiskonkan pada saat ini. Untuk menghitung NPV diperlukan data tentang perkiraan biaya investasi, biaya operasi, dan pemeliharaan serta perkiraan manfaat/benefit dari proyek yang direncanakan.

Internal Rate of Return

Merupakan indikator tingkat efisiensi dari suatu investasi. Suatu proyek/investasi dapat dilakukan apabila laju pengembaliannya (rate of return) lebih besar daripada laju pengembalian apabila melakukan investasi di tempat lain (bunga deposito bank, reksadana dan lain-lain).

B/C Ratio

B/C Ratio adalah ukuran perbandingan antara pendapatan (Benefit = B) dengan Total Biaya produksi (Cost = C). Dalam batasan besaran nilaiB/C dapat diketahui apakah suatu usaha menguntungkan atau tidak menguntungkan.

 

 

Pay Back Period

Pay Back Period adalah suatu periode yang diperlukan untuk dapat menutup kembali pengeluaran investasi dengan menggunakan proceeds atau aliran kas netto (net cash flows).

Average Cost of capitaL (WACC)

Sebuah Metode yang digunakan untuk mengestimasi cost of capital, yaitu Biaya modal rata-rata tertimbang (weighted average cost of capital / WACC) yang dihitung dengan mengalikan rasio hutang dengan tingkat pengembalian pinjaman hutang ditambah dengan rasio ekuitas dikalikan tingkat pengembalian biaya ekuitas.

 

Sumber:

Step by step opening hotel by Martono Tikjanto