Blog - SAS Hospitality

Tips menentukan lokasi untuk pangsa pasar bisnis Anda


Berita - Sas Hospitality

Dalam menentukan lokasi bisnis hotel, biasanya ada dua skenario berbeda: menentukan pangsa pasar menyesuaikan dengan lokasi yang sudah ada, atau sebaliknya kita ingin mencari lokasi dari hotel yang kita bangun. Yang paling disarankan dari memulai membangun hotel adalah menentukan terlebih dahulu pangsa pasar utama yang ingin didapatkan, Apakah menyasar pasar bisnis, MICE, wisata dan sebagainya, setelah itu barulah mencari lokasi yang sesuai dengan pangsa pasar yang kita inginkan. Adapun beberapa persyaratan secara garis besar lokasi dilihat dari sudut pandang target market adalah sebagai berikut:

1. Business Hotel

  • Customer opportunity

Pastikan bahwa di radius 2 (dua) kilometer dari lokasi hotel terdapat perusahaan, industri, pusat bisnis lainnya yang membutuhkan akomodasi hotel untuk usaha mereka. Baik untuk keperluan rapat, pelatihan ataupun keperluan akomodasi untuk internal dan tamu-tamu, serta rekanan dari perusahaan tersebut.

  • Aksesibilitas

Lokasi hotel haruslah mudah diakses. Kerumitan untuk mencapai lokasi bisnis hotel dan kemacetan yg tinggi akan memperkecil peluang untuk mendapatkan pangsa pasar utama dari business hotel ini. Lebar dan jenis jalan juga menjadi alasan utama apakah hotel mempunyai peluang untuk lebih optimal ataukah tidak, apakah hotel berada di jalan utama/ raya ataukah jalan kedua bahkan ketiga dengan dua arus ataukah hanya satu arus. Apakah lokasi hotel walking distance (berjarak jalan kaki) ataukah driving distance (berjarak mudah dengan berkendara) dari lokasi-lokasi strategis lainnya (mall, centra industri, pusat perkantoran, dsb).

  • Image lokasi

Andaikan terdapat kesempatan dengan terdapatnya market akan lokasi, aksesibilitas yang mudah, salah satu hal yang tidak kalah pentingnya untuk diperhatikan adalah kesan secara umum pasar akan lokasi dari sebuah hotel tersebut. Sering kali kita mendengar, suatu jalan yang sudah di presepsikan oleh masyarakat, misalnya daerah bisnis, hiburan, kuliner, rumah tinggal, dsb. Tergantung dari customer utama yang akan kita ambil, maka image lokasi ini menjadi penting buat kita untuk mentukan lokasi akan dibangunnya suatu hotel.

2. Mice Hotel

  • Luas tanah

Untuk menjadikan sebuah hotel dengan pangsa utama MICE, (Meeting Incentive Convention dan Exehibition), salah satu hal mutlak yang harus dipenuhi adalah luas tanah yang memadai, semakin besar luas tanah yang dimiliki semakin membuka peluang akan sukses hotel dengan target market MICE tersebut. Luasan tanah tersebut lebih diperuntukan kepada luasan kapasitas balllroom, ruangan meeting, jumlah kamar yang seimbang dengan jumlah kapasitas MICE, dan lebih penting dari itu adalah kebutuhan akan parkir yang pasti sangat dibutuhkan apabila hotel ingin menangkap pasar convention ataupun pesta pernikahan yang barang tentu akan membutuhkan kapasitas parkir dalam jumlah yang cukup banyak.

Hal yang berhubungan dengan aksesibilitas tentunya juga penting karena semakin strtegis lokasinya semakin akan menarik market MICE ini lebih luas lagi, begitu juga lingkungan yang berada disekitar hotel, namun demikian besaran luas tanah menjadi lebih penting nilainya dibandingkan aksesibilitas.

Dalam hal ini asalkan lokasinya dapat diakses meskipun tidak dalam sekala yg mudah sekali, maka lokasi tersebut masih mempunyai peluang untuk dijadikan MICE Hotel.

3. Leisure Hotel/ Resort

  • Places of Interest

Jika diartikan secara harfiah, maka place of interest berarti tempat-tempat yang menarik. Dalam pengertian ini yang dimaksud dengan places of interest harus dilihat secara lebih specifik lagi, misalnya dalam suatu daerah wisata seperti Yogyakarta, maka places of interest dapat dibuat dengan melakukan zoning wilayah, semakin dekat dengan daerah Malioboro maka zoning wilayahnya menjadi zoning utama, dan semakin jauh dengan malioboro menjadi zoning luar dari place interest di Yogyakarta. Apabila lokasinya di Bali, maka zoning utamanya adalah yang berada ditepi pantai dan berada disekitar kuta, legian dan seminyak.  Dengan demikian dapat diberikan nilai apakah zoning lokasi kita menjadi bernilai tinggi ataukah rendah.

Ada sebuah pengecualian untuk zoning wilayah ini jika sebuah resort/leisure hotel mempunyai place of interestnya sendiri, misalnya sebuah hotel/resort yang mempunyai pantai yang putih dan indah atapun pemandangan alam yang mempesona di sekitar lokasi. Ada banyak contoh sebuah lokasi yang seperti ini misalnya amanwana di pulau moyo, atau beberapa resort di raja ampat, dll. Hotel atau resort tersebut sudah menjual dengan sendirinya karena daya tarik lokasinya.

Beberapa pengecualian lainnya, apabila Investor dapat menciptakan place of Interest buatan sendiri, misalnya dengan luasan tanah yang besar, investor dapat membuat sebuah resort sendiri, dengan sebuah lapangan golf, dsb.

  • Luasan dan sumber daya alam

Semakin tersedianya lahan yang luas yang akan digunakan sebagai fasilitas sebuah resort/leisure seperti kolam renang, spa, arena bermain anak, dengan sumber daya alam yang mendukung, misalnya hamparan pantai, hutan, sawah dan sumber daya alam lainnya, maka lokasi tersebut akan lebih mudah untuk dipasarkan.

4. Budget Hotel

  • Aksesibilitas

Hal yang paling mutlak untuk diperhatikan apabila ingin membuat budget hotel adalah lokasi dengan aksesibilitas yang baik. Untuk diketahui selain harga yang ekonomis biasanya seseorang yang akan menginap di Budget hotel ini menginginkan aksesibilitas yang mudah, tetapi tidak selalu identik dengan lokasi di pusat keramaian .

Sumber:

Step by step opening hotel by Martono Tikjanto