Blog - SAS Hospitality

Investasi properti hotel? Kenali dulu sejarah perkembangan hotel di Indonesia


Berita - Sas Hospitality

Berbicara sejarah hotel, maka kita juga membahas sejarah peradaban manusia. Kebutuhan akomodasi seperti ini sudah ada sejak manusia melakukan migrasi dari satu tempat ke tempat lainnya. Namun industri perhotelan sendiri bermula di awal abad ke 15 saat pemerintah Prancis mewajibkan rumah penginapan untuk didaftarkan di pemerintah. Begitu juga di Inggris, dimana pemerintah membuat aturan-aturan mengenai rumah penginapan.  Transportasi semakin berkembang serta ekonomi dunia yang maju dengan cepat, sejalan dengan industri hotel yang semakin melesat. Tahun 90-an, operator-operator besar dunia mulai mengadakan aliansi satu dan yang lainnya guna memperluas jaringan dengan kerjasama yang saling menguntungkan.

Sementara itu, perkembangan hotel di Indonesia mengalami perkembangan pesat pada sepuluh tahun terakhir ini, terutama setelah masuknya beberapa chains management hotel internasional yang masuk negeri ini. Tak hanya di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya dan Medan, tapi juga di banyak kota dan daerah-daerah yang hampir tersebar merata di seluruh Indonesia. Jika dilihat dari sudut pandang perkembangan ekonomi, pesatnya pembangunan hotel Indonesia ini menunjukan perkembangan ekonomi Indonesia yang sangat baik, berdampak langsung pada sektor properti, dan tentunya bidang perhotelan.

Faktor lain yang turut mempercepat pertumbuhan pembangunan hotel adalah suku bunga bank yang rendah, harga tanah yang relatif murah, serta urusan perijinan yang dipermudah oleh pemerintah daerah. Tumbuhnya dunia pariwisata Indonesia pun berdampak pada tingginya permintaan kamar hotel. Hasilnya, investor merasakan keuntungan berlipat, yang tidak pernah didapatkan sebelumnya, karena modal untuk mendirikan hotel memang terbilang murah saat itu. Aset yang dimiliki pun menjadi naik dengan sangat signifikan. Bisnis perhotelan pun menjadi “Me too business” dimana orang beranggapan dapat menjalankan bisnis ini dengan mudah: asal punya tanah, modal, tanpa melakukan studi kelayakan yang baik, maka bisnis perhotelan ini akan berjalan dengan sendirinya hanya dengan menunjuk operator hotel saja.

Apa yang terjadi sekarang jauh berbeda dengan euforia bisnis ini di tahun 90an.

Kini, suku bunga bank mulai merambat naik, harga-harga material pembangunan juga ikut naik. Hal ini dipengaruhi oleh banyak hal, khususnya naiknya nilai dollar terhadap rupiah. Masalah lainnya juga muncul, seperti kurangnya supply tenaga kerja perhotelan yang tidak sebanding dengan peningkatan pembangunan hotel, dan yang paling menjadi tantangan: pangsa pasar yang tidak seperti diperkirakan yang menjadikan bisnis ini penuh persaingan. Hasilnya, banyak ditemukan para pemilik hotel yang mulai menjual propertinya, kredit  banknya menjadi macet, dan tidak sedikit yang akhirnya gulung tikar.

Benang merah dari permasalahan ini adalah kaidah pembangunan hotel yang hanya dilihat secara sepotong-sepotong oleh investor, seperti sekilas melihat bahwa hotel lain terlihat ramai lantas dapat memastikan bahwa peluang bisnis ini sangat besar, atau hanya dengan melihat lokasi berada di area strategis, dan berbagai contoh lain yang membuat pembangunan hotel tidak diikuti penjualan yang sukses.  Maka dari itu, langkah terpenting dalam menjalankan bisnis ini adalah kaidah yang benar, mulai dari menentukan klasifikasi hotel, menentukan lokasi, melakukan studi kelayakan yang sempurna, proses pembangunan hotel yang benar dengan persiapan matang, hingga menerapkan strategi bisnis agar mampu bersaing dan mendapatkan kesuksesan yang optimal.

Sumber:

Step by step opening hotel by Martono Tikjanto

Sejarah perkembangan hotel di Indonesia by Binus University (https://hotel-management.binus.ac.id/2016/08/01/sejarah-perkembangan-hotel-di-indonesia/)